636 – LAST!!!
Kehilangan sesuatu yang belum benar-benar kita miliki itu rasanya lebih dari sebuah kehilangan. Tak ada pengharapan. Bahkan trik ‘mendapatkan kembali sesuatu yang hilang’ yang sejak dulu aku percaya pun tidak membantu. Semakin merindukannya dan berharap ia kembali, semakin semuanya terasa mustahil. Untuk saat ini, jangankan berharap dia tiba-tiba muncul di hadapanku lagi, berharap menemukan orang yang bisa menggantikan dia pun semakin tampak mustahil.
Yang paling aku rindukan adalah kenangan kami. Aku merindukan dia yang dulu aku kenal. Saat ini, kehadirannya dulu terasa seperti imajinasiku saja. Sosoknya semakin tampak tidak nyata tapi tetap terasa dekat. Kenangan itu sudah sangat lama berlalu, tapi aku masih mengingat tatapannya, senyumnya, dan terutama suaranya.
Sewaktu-waktu dalam mimpi, ia hadir, menyapaku seperti dulu. Sewaktu-waktu dalam mimpi, suaranya terdengar jelas, ia menelphone ku seperti dulu. Barusan saja, tapi lagi-lagi hanya dalam mimpi, ia membangunkanku dengan sebuah kecupan.
“Terimakasih sudah membangunkanku….” – sent failed to #636 -











